Cara Membackup Wordpress dengan Benar

Leave a Comment
Saya akan memaparkan bagaimana caranya membackup Wordpress dengan benar. Terutama bagi kamu yang ingin pindah dari satu hosting ke hosting lainnya tanpa perlu menginstall lagi. Mengapa saya menambahkan kata-kata dengan benar? Karena langkah yang akan saya utarakan ini sudah teruji dan bisa dilakukan dengan manual tanpa khawatir ada error.


1. Non Aktifkan Semua Plugin Tanpa Kecuali


Ya, non aktifkan semua plugin termasuk plugin security kamu. Alasannya untuk mencegah kemungkinan error. Ketika proses backup database dan backup file selesai plugin bisa diaktifkan kembali.

2. Backup Database menggunakan cPanel atau phpMyAdmin


Masuk ke cPanel > Backup Wizard > Backup > MySQL Databases > Download
Ingat hanya MySQL database saja yang dibackup.

Jika kamu tidak punya cPanel, maka gunakan phpMyAdmin

Pilih databasenya di kolom sebelah kiri > Export > pilih Custom > compression pilih gzipped

3. Backup semua file menggunakan cPanel File Manager atau net2ftp


Masuk ke cPanel > File Manager > compress semua data dan folder ke dalam 1 file zip kecuali folder wp-content > Download file zip nya

Masuk ke folder wp-content > compress semua data dan folder ke dalam 1 file zip kecuali folder uploads > Download file zipnya

Masuk ke folder uploads > download semua file, kamu bisa saja mengcompressnya menjadi beberapa bagian agar mudah di download atau gunakan FTP untuk mendownloadnya.

Jika kamu tidak punya cPanel, kamu bisa mengunakan File Manager yang lain atau net2ftp.com karena prinsipnya sama. Tidak disarankan mendownload menggunakan FTP client seperti FileZilla karena akan lama sekali.


Sekarang semua plugin bisa diaktifkan kembali.
Jika kamu mau memindahkan semua file ke hosting baru maka inilah yang bisa kamu lakukan.


4. Upload Semua File ke Hosting Baru menggunakan cPanel File Manager atau net2ftp lalu Ekstrak File Zip nya


Pastikan kamu memiliki koneksi internet yang cepat dan bandwidth yang besar. Saran saya lakukan di warnet yang biasanya memiliki kecepatan internet yang cepat dan unlimited. Jangan lupa ekstrak file zipnya.

Perhatian bagi yang memakai net2ftp, net2ftp memiliki batas filesize yang dapat di ekstrak, biasanya 9 MB, oleh karena itu kamu bisa merekayasa file backup kamu menjadi maksimal 9 MB

Setelah semuanya selesai pastikan file yang terkirim sama persis dengan file backup menggunakan FileZilla, caranya FileZilla > login FTP > buka folder yang akan dibandingkan > View > Directory Comparison > Hide identical files > Compare filesize > Enable - Nah jika identik maka tidak ada tampilan yg muncul (ingat Hide identical files tadi kan?)

5. Import Database menggunakan phpMyAdmin


Masuk ke cPanel > phpMyAdmin > buat database baru dengan nama yang sama dengan database sebelumnya. Jika lupa lihat di file backup kamu atau di hosting lama kamu, buka file wp-config.php.
Misalnya: nama database: namawebgue_wp789, maka buat nama database dengan nama namawebgue_wp789 caranya: pada kolom sebelah kanan > Databases > isi dgn namawebgue_wp789 > Create

Kemudian buat usernya, caranya: pada kolom sebelah kanan > Users > Add User > isi dengan data yang terdapat pada file wp-config.php! Jangan tekan tombol Generate Password > Grant all privileges on wildcard name > Global privileges > Check All > tekan tombol Add User

* Bagian Host biasanya diisi localhost, namun bisa juga berbeda tergantung hosting kamu, cek di Control Panel MySQL hosting kamu.

Masuk ke database yang baru dibuat tadi dengan mengklik namanya pada kolom sebelah kiri > klik tab Import > rename file backup database mu yang xxxxnamafilexxx.sql.gz menjadi .sql.gz lalu upload (Go)

6. Jangan Lupa Rubah/Cek DNS Nameserver


Jika Domain kamu belum expired dan kamu belum mentransfer domain mu ke penyedia jasa hosting yang baru, maka kamu bisa merubahnya dihostingmu yang lama. My Domains > Details > ganti DNS yang lama dengan DNS yang baru.

Jika sudah kamu transfer pastikan DNS domainmu mengarah ke hosting yang baru.

7. Login secara Default


Karena tadi kondisi security sudah dimatikan, maka kamu bisa login menggunakan cara default: www.namawebsitegue.com/wp-admin/ - jangan lupa untuk mengaktifkan semua pluginnya.

Selesai


If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 comments:

Post a Comment